Abang, kuakhiri malam ini dengan mendoakanmu. Km, dan selalu km.
Aku tanya sm Tuhan. Dia mau aku jadi ky apa....
Belum cukup patah hati yg teramat sangat kemarin, Dia sembuhkan dengan mengenalkanmu, dan Dia patahkan lagi hatiku dengan memanggilmu. Dan Dia mau aku percaya ini semua rencanaNya yg terbaik.
Lelucon yg sangat tidak lucu....
Abang, sekarang abg dimana? Masihkan mencari jalan kesurga? Pasti nggak susah. Kami semua mendoakanmu dari sini.... Pengampunan buat semua dosamu, ketenangan arwahmu, sukacita surga buatmu, segalanya kami doain buatmu.... Pasti nggak susah menemukan jalan surga....
Abang, aku rindu....
Abang, kami rindu.
Dulu abang obat buatku. Sekarang abg jadi luka. Luka dengan lubang yg menganga sangat besar.... Lebih sakit. Lebih hening. Lebih sunyi.
Abang, aku ingin bertemu.
Aku masih berharap malam ini berlalu, besok aku bangun aku menemukan abg di sekolah. Duduk di meja barumu, atau sekedar duduk ngopi di kantor guru lalu kita bertukar pandang tanpa saling menyapa....
Aku masih berharap malam ini berlalu dan besok aku bangun kutemukan WA selamat pagi sayangkuu, atau selamat pagi pagi pagi pagi, atau selamat pagi dek jangan terlambat ya, atau selamat pagi beby. Se ma ngat 😘
Oiya. Hari ini kusadari sesuatu. Abis telponan sm mm nya abg, kusadari aku ini sungguh terlalu egois. Aku selalu merasa sangat nggak adil sm Tuhan, sm hidup, sm kenyataan. Tapi hari ini aku kalah bg. Aku salah. Kalo aku ngerasa ky gitu, lalu mamanya abg ngerasa gimana?
Sedih bg dengar bou ditelpon. Suaranya yg bergetar, ngobrol seadanya, nanya seadanya, aku nyesal mempertahankan egoku untuk tidak nelpon bou selama ini. Ternyata dia sangat butuh teman cerita bg. Yg mendengarkan sedihnya susahnya dukanya semuanya.
Kusadari, dia sangat kehilangan sekali. Cobaan ini sangat berat buatnya. Sampai tanpa sadar dia nelpon ke nomor sekolah. Nomor yg biasa abg pake jadi nomor pribadi. Dia gak sadar abang... Dia fikir abg masih kerja seperti biasa. Masih disiantar. Dia belum terima bg, anak satu2nya meninggalkan dia selama lamanya 💔
Bg, sekiranya abg ketemu sm Tuhan, abg boleh lah minta abg jadi malaikat turun ke bumi, menjagai mamanya abg, jadi penghibur yg baru, jadi pemberi pengharapan yg baru, menggantikan semua tawa, sukacita, kebanggan, kerinduan, pengharapan, mimpi, yg udah abang bawa pergi..... Ronal itu baik kata mamanya abang. Dan dia tercekat menahan tangis. Malah aku yg menangis. Memalukan kali aku....
Abang, kami kehilangan...
Kami kehilangan tawa, senyum, musik TU, keisenganmu, jahilmu, semangatmu dan itu yg tak tergantikan....
Seandainya boleh kuputar waktu, aku ingin menolak panggilan di persiapan dengan begitu aku tak mengenalmu dan tak merasakan duka ini.
Tapi waktu tak bisa diputar lagi. Tak bisa diulang. Dan kenyataannya, aku tidak menyesal mengenalmu.
Selamat malam abang. Semoga besok ketika aku bangun pagi, aku tak menemukan kenyataan ini masih sama....
Sampai bertemu besok bg, di sekolah....
Sekolah yg selalu ingin abg majukan....
Gud nite beby..
Sleep well
I love you 😘
Tidak ada komentar:
Posting Komentar